Oknum Berbaju Persebaya Hajar Pria Berbaju Arema Hingga Tewas
AREMA BJN - Fanatisme buta akan sebuah klub kembali terjadi. Kali ini
hanya karena memakai baju Arema, Kosim, karyawan minimarket di Pasuruan
meninggal, Rabu malam (3/12).
Kosim meninggal karena aksi
pengeroyokan oleh beberapa orang. Dalam rekaman CCTV minimarket itu,
kualitas gambar rekaman buruk, namun terlihat ada beberapa pelaku memakai atribut klub Persebaya. Rekaman tersebut memunculkan dugaan jika pelaku adalah bonek.
Beberapa saksi juga mengindikasikan hal yang sama. Sebelum kejadian,
para okum berbaju Persebaya baru saja menghelat gathering di kawasan
Prigen.
Seperti dikutip dari Jawa Pos, Kapolsek Gempol, Kompol
Slamet Riyadi belum berani memastikannya. "Pelakunya berjumlah puluhan,
siapa mereka, kami belum mengetahuinya," terangnya.
Kronologis Tewasnya Kosim
Kosim, Warga Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar [RSSA], Malang.
Insiden pengeroyokan terjadi Selasa Malam (2/12) sekitar pukul 22.30.
Khoirul Yakin, rekan kerja korban menjelaskan saat itu korban akan
pulang dan sempat cangkruk seorang diri di depan minimarket sambil
merokok dan minum segelas kopi.
"Saya dan tiga teman-teman santai di dalam. Kami hanya melihat dari dalam," katanya.
Sekitar 10 menit kemudian korban yang sudah melepas seragam kerjanya
dan berganti mengenakan kaus klub Arema tersebut mulai beranjak pulang.
Dia berjalan ke Sepeda Motor Yupiter Z Nopol N 2371 TAA miliknya yang
terparkir beberapa meter dari tempat dia duduk.
Namun,
tiba-tiba dia dikejutkan oleh teriakan beberapa orang dari sebelah utara
toko. Tanpa penyebab yang jelas, mereka menghampiri dan menggebuki
korban ramai-ramai. Jumlah mereka diperkirakan mencapai puluhan. Massa
langsung menghajar korban dengan tangan dan batu. Melihat korbannya
terkapar diatas paving di depan toko. Massa beringsut pergi ke utara
dengan mengendarai puluhan sepeda motor.
Khawatir menjadi
korban berikutnya, Khoirul dan tiga temannya yang lain hanya bisa
berdiam diri di dalam toko dan menyaksikan rekannya digebuki. Dia baru
berani keluar dan menolong korban setelah suasana di sekitar sepi.
Dengan menggunakan sepeda motor, dia membawa Korban ke Puskemas Pandaa.
Korban kemudian dirujuk ke RSSA Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar