AREMA BJN-
Malang, salah satu daerah pemilik banyak potensi yang masih tersimpan
dengan rapi tanpa adanya pengelolaan yang baik.Saya tidak membicarakan spesifik kota maupun kabupatennya, namun secara keseluruhan. Sudah bukan menjadi rahasia lagi, dimana Arema merupakan sebuah kebanggan dan identitas Malang Raya. Namun, beberapa tahun terakhir tim kebanggan kita telah puasa gelar, hanya gelar-gelar pra musim serta beberapa kompetisi lainnya yang mampu Arema berikan.
Dimana letak kesalahan itu? Tidak ada pihak yang sepenuhnya salah, saya sebagai aremanita hanya bisa melihat serta mengikuti perkembangan Arema tanpa bisa menyalahkan pihak manapun.
Kembali pada keadaan Malang sendiri yang banyak menyimpan sesuatu dan masih tersimpan rapi, begitu juga dengan Arema. "Arek Malang", ya begitulah orang-orang menyebutnya. Tetapi mengapa saat ini julukan itu tidak begitu melekat lagi pada Arema? Menurut saya, tim Arema saat ini kurang mengembangkan potensi yang dimiliki "Arek Malang", sekarang tim lebih memilih untuk merekrut pemain-pemain yang "sudah jadi" dibanding mengembangkan pemain" asli Malang yang mana kualitasnya juga dapat dikembangkan.
Saat ini di tim Arema pemain asli Malang hanya sebagian kecil, misalnya Ahmad Bustomi sang kapten, Dendy Santoso, Juan Revi, dan beberapa pemain lainnya. Dahulu, pemain-pemain tersebut belum banyak dilirik oleh tim-tim dari luar daerah, setelah Arema mendapatkan juara ISL saat kursi kepelatihan masih milik sang Meneer Robert R. Albert pemain-pemain asli Malang itu banyak diburu oleh beberapa tim besar lainnya di Indonesia serta masuk dalam line up Timnas Indonesia.
Sebuah kebanggan bagi kami Arek Malang, bahwa dalam diri kami tersimpan banyak potensi yang dapat mengahrumkan nama Malang, Arema, bahkan Indonesia, serta dapat membawa nama Arema dikancah internasional. Mengapa sekarang jarang bahkan tidak pernah mengorbitkan pemain-pemain asli Malang untuk masuk dalam daftar pemain Arema?
Saya merindukan Arema Malang yang terkenal dengan permainan asli Malang yang keras dan tak pernah lelah untuk memperjuangkan yang terbaik bagi Arema. Bukan Arema yang hanya mengandalkan pemain jadi yang bisa langsung direktur tanpa adanya pembinaan yang sesuai dengan Arema.
Saya hanya ingin Arema di musim selanjutnya lebih membina Arek Malang untuk dimasukkan dalam daftar pemain, bahkan pemain inti. Saya merindukan gaya permainan sepakbola asli Malang. Saya merindukan binaan pemain muda asli Malang. Dan semoga pemikiran saya dapat menjadi sebuah keoptimisan, dimana masih banyak potensi-potensi dari Arek Malang bahwa mereka mampu untuk berpartisipasi dan memperjuangkan yang terbaik kepada Arema, Aremania, Aremanita, dan Indonesia tanpa memikirkan apa yang dia dapat dari Arema namun apa yang dia dapat berikan bagi Arema.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar