Kamis, 04 Desember 2014

Duh, Pemain Ini Meninggal Usai Dipukul Suporter dan Pemain Lawan

Duh, Pemain Ini Meninggal Usai Dipukul Suporter dan Pemain Lawan

AREMA BJN - Seorang kapten tim sepak bola dipukuli sampai meninggal dunia oleh pemain dan pendukung tim lawan pada pertandingan liga sepak bola strata ketiga Argentina.

Pertandingan yang berlangsung Sabtu antara Tiro Federal dan Chacharita dihentikan selama sepuluh menit sebelum waktu normal karena perkelahian di dalam lapangan antara para pemain. lapor AFP.

Setelah pertandingan usai, Franco Nieto (33), kapten Tiro Federal, diserang sejumlah orang termasuk pemain dari tim lawan, asisten pelatih, dan perusuh sepak bola.

"Orang-orang datang untuk mengejeknya. Mereka menendangi dan memukulinya. Ia berusaha membela diri, namun ia mendapat hantaman di kepala. Ia dioperasi pada Selasa, dan meninggal dunia hari ini," kata Pablo Nieto, keponakan korban. (Baca juga: Arema Siap Ikut Trofeo Persija)

Kekerasan di luar lapangan terkait sepak bola sudah membuat 15 kematian sejak awal tahun.

Indonesia, Tuan Rumah Kualifikasi Piala Asia U-23

Indonesia, Tuan Rumah Kualifikasi Piala Asia U-23

AREMA BJN - Badan sepakbola tertinggi Asia, AFC baru saja menyelesaikan undian babak kualifikasi ajang Piala Asia U-23 2016 yang rencananya digelar pada 23 hingga 30 Maret 2015 mendatang.

Dari undian ini, Indonesia tergabung di Grup H bersama raksasa Asia, Korea Selatan, serta dua negara tetangga, yakni Brunei Darussalam dan Timor Leste. Indonesia sendiri dipercaya AFC untuk menjadi tuan rumah babak kualifikasi ini.

Sebanyak 10 juara grup dan lima runner-up terbaik berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2016 yang bakal dihelat di Qatar. Juara, runner-up, dan peringkat ketiga ajang ini nantinya bakal mewakili Asia di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Berikut pembagian grup Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 selengkapnya.

Grup A: Irak, Oman, Bahrain, Lebanon, Maladewa.
Grup B: Pakistan, Jordania, Kuwait, Kirgistan, Turkmenistan.
Grup C: Iran, Arab Saudi, Nepal, Palestina, Afganistan.
Grup D: Uni Emirat Arab, Yaman, Tajikistan, Sri Lanka.
Grup E: Bangladesh, Suriah, Uzbekistan, India.
Grup F: Taiwan, Australia, Myanmar, Hong Kong.
Grup G: Korea Utara, Thailand, Kamboja, Filipina.
Grup H: Indonesia, Korea Selatan, Timor Leste, Brunei Darussalam.
Grup I: Malaysia, Jepang, Vietnam, Makau.
Grup J: Tiongkok, Laos, Singapura, Mongolia.

Masih Jalani Hukuman, Pemain Baru Arema ini Dilarang "Nakal"


Masih Jalani Hukuman, Pemain Baru Arema ini Dilarang "Nakal"
AREMA BJN - Arema Cronus sudah memastikan akan menggunakan jasa Ahmad Noviandani musim depan. Namun pemain jebolan akademi Arema ini ternyata masih terikat sanksi Komdis PSSI.

Sebelum ke Arema, Ahmad Noviandani adalah pemain PSIS Semarang. Seperti diketahui, PSIS sempat terlibat sepakbola gajah saat melawan PSS Sleman. Saat itu, Ahmad Noviandani memang tak bermain dan hanya berstatus sebagai pemain cadangan.

Meski demikian, beberapa waktu lalu Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman kepada semua elemen yang terlibat pada sepakbola gajah PSS vs PSIS. Ahmad Noviandani pun salah satu yang kena getahnya. Ia dihukum masa percobaan selama setahun.

Saat dikonfirmasi, General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo menjelaskan bahwa Ahmad Noviandani hanya terkena hukuman percobaan selama setahun. "Dia tak terlibat langsung karena sebagai pemain cadangan. Hukumannya hanya masa percobaan," ucapnya kepada Ongisnade.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji. Menurutnya, tafsiran hukuman komdis bukanlah melarang Ahmad Noviandani untuk tampil selama setahun, namun hanya terkena hukuman percobaan. Dan jika melanggar baru akan terkena hukuman dilarang bermain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Noviandani direkrut untuk menggantikan posisi Irsyad Maulana yang kemungkinan besar akan berlabuh ke Semen Padang.

Inilah Catatan Hasyim Kipuw Saat di Persebaya

Inilah Catatan Hasyim Kipuw Saat di Persebaya

AREMA BJN - Hasyim Kipuw sudah memastikan akan menjadi salah satu pemain Arema untuk musim 2015. Jika dilihat dari catatan bermainnya selama di Persebaya, maka perekrutan ini bisa dibilang baik.

Meski ada pro kontra di beberapa Aremania karena kedatangan Kipuw ini, namun pada catatan bermain pemain berkelahiran 9 Mei 1988 ini menunjukkan ia layak mengisi posisi slot inti di bek sayap Arema.

Sepanjang musim 2014 lalu saat memperkuat Persebaya, pemain bertinggi badan sekitar 180 cm ini mencatatkan minute play selama 2308 menit dengan total bermain sebanyak 26 kali dan kesemuanya menjadi pemain inti. Melihat catatan ini tentu saja jika nantinya tak cedera atau skorsing, maka bisa saja Kipuw akan terus menghiasi starting line up Arema.

Saat memperkuat Persebaya pun, Hasyim Kipuw hanya menerima dua kartu kuning. Jumlah yang relatif untuk pemain belakang. Hal itu pula yang membuatnya tak pernah terkena larangan bermain dari PT Liga Indonesia. (Baca juga: Munhar Pilih Seleksi di Persebaya)

Catatan di Persebaya ini bahkan mengalahkan catatannya saat bermain di Arema pada musim 2012/2013. Saat memperkuat Singo Edan, Hasyim Kipuw bermain selama 2117 menit. Bedanya saat memperkuat Arema, Kipuw mampu mencetak satu gol.

Pelatih Arema Tunggu Empat Pemain Timnas

Pelatih Arema Tunggu Empat Pemain Timnas

AREMA BJN - Hingga sesi latihan, Kamis (4/12) pagi, empat pemain Arema yang berlabel timnas masih belum tampak hadir. Padahal kehadiran mereka sudah dinantikan oleh sang pelatih Suharno.

Pelatih 56 tahun itu butuh kehadiran Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Samsul Arif dan Cristian Gonzales untuk segera menyusun kerangka tim. Keempatnya diproyeksikan memperkuat skuat utama Arema musim depan.

"Kemungkinan empat pemain timnas Arema mulai bergabung dengan tim, Senin (8/12) depan," ujar Suharno usai memimpin latihan yang dihelat di Stadion Gajayana Malang.

Manajemen Arema memang telah memberikan kesempatan istirahat lebih untuk keempat pemain tersebut. Sebab di saat pemain lain menikmati libur kompetisi, mereka langsung fokus pada persiapan Piala AFF 2014 lalu.

Sementara ini sesi latihan baru diikuti oleh 14 pemain lama yang dipertahankan. Bek anyar Hasyim Kipuw yang dipulangkan dari Persebaya juga belum hadir karena masih pemulihan cedera.

Selasa, 02 Desember 2014

Kemana Arek Malang?

AREMA BJN- Malang, salah satu daerah pemilik banyak potensi yang masih tersimpan dengan rapi tanpa adanya pengelolaan yang baik.

Saya tidak membicarakan spesifik kota maupun kabupatennya, namun secara keseluruhan. Sudah bukan menjadi rahasia lagi, dimana Arema merupakan sebuah kebanggan dan identitas Malang Raya. Namun, beberapa tahun terakhir tim kebanggan kita telah puasa gelar, hanya gelar-gelar pra musim serta beberapa kompetisi lainnya yang mampu Arema berikan.

Dimana letak kesalahan itu? Tidak ada pihak yang sepenuhnya salah, saya sebagai aremanita hanya bisa melihat serta mengikuti perkembangan Arema tanpa bisa menyalahkan pihak manapun.

Kembali pada keadaan Malang sendiri yang banyak menyimpan sesuatu dan masih tersimpan rapi, begitu juga dengan Arema. "Arek Malang", ya begitulah orang-orang menyebutnya. Tetapi mengapa saat ini julukan itu tidak begitu melekat lagi pada Arema? Menurut saya, tim Arema saat ini kurang mengembangkan potensi yang dimiliki "Arek Malang", sekarang tim lebih memilih untuk merekrut pemain-pemain yang "sudah jadi" dibanding mengembangkan pemain" asli Malang yang mana kualitasnya juga dapat dikembangkan.

Saat ini di tim Arema pemain asli Malang hanya sebagian kecil, misalnya Ahmad Bustomi sang kapten, Dendy Santoso, Juan Revi, dan beberapa pemain lainnya. Dahulu, pemain-pemain tersebut belum banyak dilirik oleh tim-tim dari luar daerah, setelah Arema mendapatkan juara ISL saat kursi kepelatihan masih milik sang Meneer Robert R. Albert pemain-pemain asli Malang itu banyak diburu oleh beberapa tim besar lainnya di Indonesia serta masuk dalam line up Timnas Indonesia.

Sebuah kebanggan bagi kami Arek Malang, bahwa dalam diri kami tersimpan banyak potensi yang dapat mengahrumkan nama Malang, Arema, bahkan Indonesia, serta dapat membawa nama Arema dikancah internasional. Mengapa sekarang jarang bahkan tidak pernah mengorbitkan pemain-pemain asli Malang untuk masuk dalam daftar pemain Arema?

Saya merindukan Arema Malang yang terkenal dengan permainan asli Malang yang keras dan tak pernah lelah untuk memperjuangkan yang terbaik bagi Arema. Bukan Arema yang hanya mengandalkan pemain jadi yang bisa langsung direktur tanpa adanya pembinaan yang sesuai dengan Arema.

Saya hanya ingin Arema di musim selanjutnya lebih membina Arek Malang untuk dimasukkan dalam daftar pemain, bahkan pemain inti. Saya merindukan gaya permainan sepakbola asli Malang. Saya merindukan binaan pemain muda asli Malang. Dan semoga pemikiran saya dapat menjadi sebuah keoptimisan, dimana masih banyak potensi-potensi dari Arek Malang bahwa mereka mampu untuk berpartisipasi dan memperjuangkan yang terbaik kepada Arema, Aremania, Aremanita, dan Indonesia tanpa memikirkan apa yang dia dapat dari Arema namun apa yang dia dapat berikan bagi Arema.

Aremania Jogja Dirikan Distro Merchandise Arema

AHB - Kebutuhan akan merchandise Arema tak hanya dirasakan oleh Aremania yang ada di Malang Raya. Namun Aremania di luar daerah juga membutuhkan. Aremania Jogjakarta pun berinisiatif mendirikan distro khusus Arema untuk wilayah DIY dan sekitarnya.

Dikutip dari akun twitter Aremania Jogjakarta @AremaniaJogja, pendirian distro khusus merchandise Arema ini adalah awal mimpi yang sudah diinginkan sejak dua tahun lalu.

"Berawal dari mimpi kami 2 thn lalu di basecamp lama. Dari obrolan santai antar anggota kami berpikiran untuk membuat suatu yg menghasilkan" tulis nawak-nawak Aremania Jogja.

Dengan berbagai alternatif akhirnya distro khusus Arema dipilih karena dianggap yang paling menghasilkan. "Sesuatu yg mehasilkan tersebut tercetuslah sebuah ide tentang memiliki distro yg menjual merchandise AREMA untuk wilayah DIY khususnya" urai mereka.

Karena itulah sejak 1 Desember kemarin distro Aremania Jogjakarta ini akhirnya resmi dibuka yang beralamatkan di Jl. Wahid Hasyim no.106 (100m Selatan OB Seturan) Nologaten, Kec. Depok, Sleman-DIY. "Dgn mengucapkan Bismillah Walhamdulillah Wasyukurillah, telah resmi dibuka toko korwil kami "Distro AKJ (Aremania Korwil Jogjakarta)"

Menariknya pendirian distro ini berawal dari modal nol rupiah dan sama sekali tak menarik uang sepeserpun dari anggota korwil Aremania Jogjakarta. "Modal dari pembuatan distro ini tentu kami mencari dana sendiri mulai dari Rp.0. Dan kami tidak menarik uang sepeserpun ke anggota2 kami"

Bahkan hasil dari distro nantinya akan kembali lagi ke korwil. "Dan hasil dari distro ini tentunya kembali ke Korwil lagi. Untuk penambahan fasilitas Korwil dan tidak ada iuran/tarikan bagi anggota," tegas mereka.

Selain menjual berbagai merchandise Arema, distro Aremania Jogja juga menyediakan formulir bagi Aremania yang ada di wilayah DIY untuk bergabung menjadi anggota korwil Aremania Jogjakarta.

"Distro kami menjual berbagai merchandise AREMA juga disediakan formulir anggota bagi AREMA FANS di DIY yg mau ikut bagian dr keluarga kami,"